Selasa, 01 Mei 2012

TRIK AMPUH DAN CEPAT MENENTUKAN JUDUL, MENGGARAP, BIMBINGAN UJIAN PENDADARAN (SIDANG MUNAQOSAH) SKRIPSI, TESIS ATAU DISERTASI

Dengan trik ini saya bimbingan skripsi dan tesis hanya cukup1x, bimbingan ke 2 langsung di ACC, hasilnya sangat memuaskan, skripsi dapat nilai A+ dan Tesis dapat nilai A. Hanya cukup 1x kali bimbingan saya juga bisa menjadi lulusan tercepat terbaik cumlude S1 dan S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Klik Link...

 nanti ada bacaan "Download Link", maka klik link dibawah bacaar "Download Link" tersebut
Semoga bermanfaat, dan semoga dengan membantu kemudahan urusa orang lain, Allah juga memudahkan, urusan saya khususnya, dalam ibadah, karir, dan rizki. Amin Kabulkan ya Allah.


TIPS DAN TRIK UJIAN PENDADARAN/SIDANG MUNAQOSAH
Ujian pendadaran atau sidang pendadaran adalah ujian akhir dari tahap studi seorang mahasiswa. Baik S1, S2 maupun S3, sidang pengujian sudah menjadi sesuatu yang lazim. Ujian pendadaran diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang dianggap memiliki kapabilitas yang cukup, sehingga ia layak memperoleh gelar Sarjana, Master, atau Doktor. Bagi sebagian orang, ujian pendadaran dianggap sebagai sebuah momok yang menakutkan. Benarkah demikian ? Tentu bila kita tahu tips-tipsnya, ujian pendadaran tidak seseram yang kita bayangkan.
Musim ini lagi musim pendadaran di kampus UGM untuk periode wisuda November 2007. Beberapa teman sempat bertanya kepada saya tentang tips-tips biar sukses pendadaran. Hmm…..ada-ada aja deh nanyanya ? Emangnya SPMB ? Nggak banyak sih, tapi muga-muga bisa membantu teman-teman yang akan pendadaran Desember atau Januari (untuk periode wisuda Februari di UGM) atau periode wisuda 2008 untuk universitas lainnya. Ini dia :

1.    Pastikan kita mendapatkan dukungan penuh dari dosen pembimbing. Caranya, sering-sering aja ngobrol tentang skripsi dan konsultasikan materi yang mungkin diujikan. Kalau perlu, tanpa harus menyebut langsung, gunakan kata-kata ini, “Kira-kira yang perlu saya perhatikan pas ujian pendadaran nanti dari materi ini apa, pak ?” Dijamin, dosen pembimbing Anda pasti akan memberikan penjelasan yang bisa jadi adalah kisi-kisi hasil conference mereka dengan calon penguji Anda. Oya, lakukan ini saat mendekati ujian pendadaran, 5 atau 4 hari sebelum ujian.
2.    Jujurlah dengan dosen pembimbing tentang materi slide dan demo Anda. Kalau perlu, kirimkan via email slide materi yang akan Anda tampilkan dan mintalah pendapat dari dosen pembimbing Anda. Itu kalau mereka rajian mainan internet. Kalau tidak, cukup presentasi saja di depan mereka dan mintalah pendapat mereka tentang slide Anda.
3.    Siapkan dan kuasai semua yang berhubungan dengan naskah skripsi Anda. Buatlah slide notes (poin yang akan dibicarakan) untuk tiap-tiap slide. Buat seringkas dan sepadat mungkin. Slide akan lebih berkesan apabila Anda banyak menampilkan gambar atau bagan dan Anda fasih menerangkannya dengan bahasa Anda. Jangan copy paste naskah makalah langsung ke slide Anda, karena slide bukan untuk menampilkan naskah, tapi intisari naskah Anda. Siapkan juga beberapa kemungkinan pertanyaan dan jawaban yang mungkin muncul dari materi tugas akhir Anda.
4.        Siapkan demo Anda sebaik mungkin, kalau perlu gladi resik sebelum pendadaran. Beberapa teman saya yang memanfaatkan koneksi wireless harus begadang untuk memastikan koneksi di kampus lancar dan tidak bermasalah. Kalau perlu, buatlah backup demo (apabila Anda melakukannya dengan komputer) melalui capture video dengan software semacam Camtasia atau yang sejenis. Pastikan tidak ada kesalahan sekecil apapun saat Anda melakukan demo alat / perangkat lunak di saat sidang pendadaran.
5.        Bawa semua alat peraga yang mungkin perlu, termasuk berkas-berkas dan buku pendukung yang Anda butuhkan untuk menjelaskan teori Anda, apabila diperlukan. Kalau perlu, bawalah pointer infra merah yang memudahkan presentasi Anda.
6.        Pastikan Anda mempersiapkan pakaian pendadaran (biasanya pakaian resmi dengan dasi) dua hari sebelum pendadaran.
7.        Pastikan Anda mempresentasikan tugas akhir Anda dengan tegas, perlahan-lahan tapi jelas. Hindari kata-kata yang mengandung “asumsi” dan “keragu-raguan”, seperti kata : “mungkin”, “barangkali”, dan sebagainya. Gantilah dengan kata-kata : “sejauh pemahaman saya”, “sejauh yang saya ketahui”. Kata-kata yang menimbulkan penafsiran “keragu-raguan” adalah peluang emas bagi dosen penguji untuk memberikan pertanyaan yang mematikan.
8.        Berusahalah tampil dengan mimik wajah seramah mungkin. Sejelek apapun, atau setampan apapun Anda, tanpa senyuman tidak akan menimbulkan kesan yang menyejukkan hati.
9.        Perhatikan dengan benar pertanyaan dan pernyataan dari penguji Anda. Jawab seperlunya saja dan katakan “tidak tahu” apabila Anda benar-benar tidak tahu jawaban dari pertanyaan yang dirasa sangat sulit. Lebih baik menjawab jujur daripada berpura-pura bohong untuk menutupi kebodohan. Pengalaman saya, bila kita berpura-pura tahu, padahal tidak tahu, dosen akan menyadarinya dan akan memberi pertanyaan susulan yang akan menyulitkan kita.
10.    Apabila penguji memberikan kritikan atau saran, terima saja dan catatlah saran-saran tersebut pada kertas. Keseriusan kita menanggapi saran penguji memberikan nilai lebih pada approachment (penampilan) kita saat pendadaran.
11.    Sebelum menjawab pertanyaan, ucapkan terima kasih kepada penguji atas pertanyaan mereka.
12.    Jangan lupa berdoa sebelum ujian dan yakinlah bahwa Allah SWT memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan ikhtiar kita.
13.    Oke, mungkin itu dulu deh tips dan trik pendadaran. Good luck buat teman-teman yang akan pendadaran dan berdoalah semoga ilmu kita bermanfaat untuk orang lain.


TIPS N TRIK SIDANG SKRIPSI S1
Tak terasa sudah 1 tahun yang lalu saya sidang skripsi. Begitu melewati sidang rasanya banyak sekali informasi2 tips yang bisa diberi tahu buat orang2 yang blm sidang. Selama ini saya jelaskan hanya lewat YM. Lama2 capek juga kalau satu-persatu dijelaskan lewat YM hehe..
Buat yang mau sidang, berikut sekilas tips n triknya, terserah mau dituruti apa tidak, hasil berbeda untuk setiap universitas dan setiap dosen. Kalau terbantu dari informasi ini, apalagi dapet A, silakan traktir atau sumbang ke Paypal saya karena kebetulan Paypal sudah bisa di withdraw dari Bank lokal. Kalau hasil jelek, tanggung sndiri. wkwkkwkwk.. j/k Description: Description: :P
Berikut tips2nya…
1.        Doa dulu sebelum sidang, kalau sidangnya lebih dari 1 orang, doa bareng Description: Description: :Pmembuat hati Anda lebih tenang dan lebih pede. Kalau ada penguji, silakan doa bareng penguji juga. Wakakak yang ini sih saya belum pernah.
2.        Salah satu poin penting dari sidang adalah presentasi! siapkan presentasi Anda sebaik mungkin. Waktu presentasi hanya 15 menit, oleh karena itu harus latihan dulu. Latihan presentasi di ruangan besar dan kalau bisa di hadapan orang2. Cocokkan apa yang dibicarakan dengan slide dan nada berbicara jangan datar dan membosankan. Jangan gugup dan jangan melucu juga.
3.        Jangan terlalu technical. Anggaplah kita sedang menawarkan suatu produk bisnis pada para calon client dan mereka gak tau apa2 tentang apa yang kita tawarkan. Jangan memberi slide terlalu banyak tentang hal2 technical yang cuma kalian yang ngerti. Misalnya kalau tentang database, sampai memberikan slide berisi daftar class hingga 4 class, dibacakan pula, itu membosankan sekali. Buatlah presentasi Anda menekankan pada poin2 berikut. Apa saja masalah yang ada selama ini, solusi apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, mengapa penelitian Anda di skripsi ini merupakan solusi yang sangat baik dan satu2nya cara terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Jelaskan bahwa mengapa program Anda benar2 dibutuhkan. Kalau pada presentasi Anda sudah terlalu teknis dan isinya rumus2 angka2 semua, dan dosen penguji sudah bosan, nilai presentasi Anda sudah berkurang. Sadarlah bahwa Anda membuat skripsi tersebut selama 1 semester, oleh karena itu Anda mengerti semua hal2 teknis yang Anda buat. Tapi dosen penguji bisa jadi hanya membaca skripsi Anda beberapa jam sebelumnya. Bukan berarti sama sekali tidak ada bagian teknis yang dijelaskan lho. Maksudnya jelaskannya jangan terlalu rumit. Buatlah sebisa mungkin jadi mudah dimengerti.
4.        Kesimpulan yang ditulis pada presentasi dan pada buku, jangan ngambang! Saya sering sekali melihat orang nulis kesimpulan, dengan adanya metode ini, proses blablabla akan lebih baik, akan lebih cepat, dll. Itu sih semua orang juga tahu. Kalau tidak jadi lebih baik, untuk apa ada metode ini. Jelaskanlah mengapa penelitian Anda membuat jadi lebih baik. Katakanlah dari hasil penelitian 400 kali percobaan, kami mendapat hasil keakuratan 85 persen dengan total keberhasilan 340 kali blablabla. Berikanlah angka2 eksak dari hasil penelitian Anda. Itulah kesimpulan yang tepat. Berdasar dari hasil penelitian Anda.
5.        Kalau ada revisi pada halaman2 tertentu, berikanlah sebelum presentasi. Dengan demikian dosen akan melihat terlebih dahulu dan mempelajarinya sebelum mulai sesi tanya jawab.
6.        Sewaktu tanya jawab, jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang Anda tulis di buku skripsi Anda. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu. Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban (maksudnya, jangan diam). Jangan bilang gak tahu juga. Jelaskan saja apa yang Anda tahu dan mengapa Anda menulis demikian. Kalau Anda terbukti salah, jangan langsung bilang, “ya saya salah”. Cobalah jelaskan sebisanya mengapa Anda berkesimpulan seperti itu. Tapi jangan ngotot benar juga kalau memang salah. Katakan saja hal ini akan direvisi nanti. Terima kasih atas masukannya (setelah sidang, apabila lulus, tetap akan ada revisi buku skripsi).
7.        Ketika tanya jawab, jawaban Anda juga gak boleh ngambang. Semuanya harus berdasar. Semua yang Anda tulis di buku skripsi harus berdasar semua. Kalau Anda menulis suatu statement, berikanlah referensi bahwa statement tersebut diambil dari buku ini halaman segini. Kalau berdasar pada pendapat pribadi Anda, tuliskanlah hasil penelitian Anda, mengapa Anda bisa berpendapat demikian. Sehingga kalau ditanya dosen, Anda bisa jawab, statement Anda diambil dari buku ini halaman segini. Atau Anda bisa bilang, “Bapak bisa buka buku skripsi saya halaman 345, di situ ada penelitian saya yang hasilnya demikian demikian blablabla”. Penguji paling senang kalau semua jawaban Anda berdasar.
8.        Jangan menjelaskan terlalu pendek ketika tanya jawab. Jelaskanlah apa yang ditanyakan sebisa Anda.
9.        Kalau bisa demo, demokanlah hasil penelitian Anda pada dosen untuk lebih memberikan gambaran pada dosen penguji, apa yang Anda buat. Sadarlah lagi bahwa Anda membuat skripsi ini selama 1 semester, sedangkan dosen hanya melihat skripsi Anda beberapa jam saja, jadi bisa saja mereka menangkap hal yang berbeda jika Anda hanya memberi penjelasan.
10.    Sopanlah sejak mulai presentasi hingga tanya jawab. Gunakan bahasa2 yang formal. Ucapkan salam pada awal presentasi dengan menyebutkan nama2 dosen penguji kalau bisa.
11.    Kalau sidangnya bertiga, jangan menjatuhkan jawaban dari teman Anda. Kalau memang dia salah, jangan potong di tengah penjelasannya. Koreksilah jawaban teman Anda apabila Anda diberi kesempatan untuk menambahkan atau menjawab pertanyaan yang sama. Anda bisa bilang bahwa Anda mau menambahkan sedikit dari penjelasan teman Anda. Hal ini semata2 untuk menghindari Anda dicegat dan dianiaya oleh teman Anda ketika pulang nanti. Wkwkwk..
12.    Salah satu poin penting dari skripsi Anda ialah apa kontribusi dari penelitian Anda dari yang selama ini sudah ada. Apakah Anda meningkatkan dunia ilmu pengetahuan, mengembangkan metode tertentu atau menjadi solusi masalah yang ada
13.    Jangan malu2 mengatakan kalau skripsi Anda masih belum sempurna. Di bagian saran, beritahukanlah kekurangan dari skripsi Anda dan apa yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut untuk penelitian berikutnya.
14.    Jangan lupa ke wc dulu sebelum sidang. Bisa berabe kalau pengen ke wc sewaktu sidang.
15.    Berpenampilan rapi dan tunjukkan bahwa Anda sudah siap menjalani sidang. Jangan ada yang ketinggalan ini itu dan lupa ini itu.
Good luck buat semuanya yang mau sidang skripsi.


Pada suatu kesempatan salah seorang teman baik pernah berkata kepada saya bahwa saat yang paling membuatnya sangat cemas dan gugup adalah saat akan menghadapi ujian pendadaran atau ujian skripsi. Menurut saya hal itu wajar-wajar saja dan hampir sebagian besar orang setuju dengan pendapat tersebut dan saya pikir sebagian besar dari kita pernah mengalami hal yang sama ketika akan menghadapi ujian skripsi atau ujian pendadaran. Ini merupakan respon alamiah tubuh dalam menghadapi tekanan yang berasal dari luar sehingga tekanan inilah yang akan membuat system alert kita tetap terjaga dan dengan berbagai daya dan upaya kita berusaha untuk melaluinya dengan sukses. 
Bulan desember tahun 2008 kemarin, saya baru saja lulus ujian pendadaran tapi ada satu hal yang masih segar dalam ingatan saya beberapa hari sebelum ujian pendadaran dilangsungkan yaitu tips atau kiat-kiat yang sempat diberikan oleh seorang pembimbing skripsi saya agar saya bisa mengatasi rasa cemas, was-was dan gugup saat menghadapi ujian pendadaran. Beliau dengan kebaikan hatinya memberikan tips berikut yang notabene tips ini sangat manjur saat beliau hendak melakukan sidang untuk memperoleh gelar Ph.D dari TU Delf, Belanda.
Berikut ini adalah kiat-kiatnya:
  1. ·       Jangan paksakan diri anda. Kalau memang anda belum benar-benar siap untuk diuji, janganlah memaksakan diri untuk segera mengikuti ujian pendadaran hanya karena ingin pulang kampung lebih cepat dibanding teman-teman lain atau karena sudah bosan dengan penelitian yang sedang digeluti. Kalau terlalu terburu-buru akibatnya bisa fatal.
  2. ·       Siapkan draft skripsi yang akan diuji nanti dengan sebaik-baiknya. Pastikan bahwa semua data yang tertera dalam tulisan anda memiliki sumbernya sehingga saat berargumentasi nanti anda punya sumber yang valid. Hal-hal yang diperlukan untuk dibawa serta saat ujian pendadaran seperti laptop yang berisi slide presentasi, hasil penelitian, alat peraga dll. harus sudah dipersiapkan dengan baik pada malam sebelumnya. Dan saat itu usahakan bahwa anda sudah berhasil menginternalisasi minimal 80% dari hasil penelitian anda.
  3. ·       Pada hari H, usahakan anda datang lebih awal ke lokasi ujian untuk memastikan segala sesuatu dalam keaadaan beres mulai dari slide presentasi, alat peraga, laptop, viewer, ruangan dll. Kalau sudah demikian anda akan merasa lebih tenang dan bisa langsung lebih memusatkan perhatian pada penelitian dan skripsi anda.
  4. ·       Ingatlah bahwa saat itu andalah orang yang paling ahli di bidang penelitian yang akan diuji tersebut. Jangan gentar akan tingkat keahlian dan titel pendidikan yang dimiliki oleh para penguji anda. Meskipun mereka adalah orang-orang yang anda kenal baik karena sehari-hari mengajar anda di kelas dan anda tahu bahwa mereka adalah orang yang benar-benar expert di bidangnya tapi ingatlah untuk kira-kira 2 jam hari itu (waktu normal ujian pendadaran) andalah orang yang paling expert di bidang penelitian anda. Toh, kalau anda menambahkan maupun mengurangi bagian- bagian dari skripsi atau penelitian anda itu tidak akan diketahui oleh para penguji anda. Ini bukan bermaksud membuat anda menjadi sombong, tapi sekedar menaikkan rasa percaya diri anda he..he.. dan lagi pula anda adalah seorang murid dan seorang murid tidaklah melebihi gurunya.
  5. ·       Ingatlah saat itu para promotor anda yakni dosen pembimbing I dan pembimbing II anda juga ikut merasakan apa yang sedang anda rasakan saat itu yakni mereka juga akan merasa tegang dan was-was kalau-kalau anda gagal melewati ujian pendadaran tersebut. Kalau seandainya anda gagal dan disuruh mengulang atau lebih buruknya disuruh mengganti total penelitian anda dengan penelitian yang baru, lagi-lagi bukan hanya anda saja yang malu dan repot tetapi dosen pembimbing anda juga akan terkena dampaknya. Ini hanya sekedar hiburan kecil yang menguatkan anda bahwa saat itu anda tidak sendirian he…he…
  6. ·       Janganlah terlalu membuku saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para penguji. Maksudnya kalau anda terlalu membuku dalam menjawab pertanyaan akan membuat jawaban anda tidak akan berkembang meskipun sudah berulang kali diberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan atau clue oleh para penguji dengan harapan akan bisa menuntun anda ke jawaban yang paling tepat tetapi kalau anda terlalu membuku hal itu akan semakin mempersulit anda.
  7. ·       Pada malam sebelum ujian pendadaran, usahakan istirahat yang cukup dan pada pagi hari atau siang hari sebelum ujian pendadaran pastikan bahwa anda punya tenaga yang cukup buat ujian pendadaran dengan makan secukupnya soalnya seturut pengalaman saya, selama ujian pendadaran, saya terus berdiri dan baru merasa capek saat menjelang akhir ujian. Jadi, saat ujian pendadaran bukan kekuatan otak saja yang diuji tetapi kekuatan otot juga.
  8. ·       Jangan lupa berdoa pada Tuhan sesuai dengan keyakinan anda. Ingat anda sudah melakukan hal-hal yang menjadi bagian anda, dan biarkan Tuhan yang melakukan bagianNya.
Akhirnya, semoga tips ini bisa membantu para pembaca yang akan melakukan ujian pendaran atau sidang pada berbagai level pendidikan.

 

 

DENGAN TEORI YANG DIBUAT SENDIRI, TANPA MENGACU PADA TEORI YANG TELAH ADA, MAHASISWI INI TANTANG DOSEN PENGUJI DI AJANG UJIAN SKRIPSI (MONAQOSAH)

 

“Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”.


Di akhir ujian skripsi sang mahasiswi ini, kami berlima sebagai penguji melakukan rapat penentuan kelulusan/ketidaklulusan. Dimintalah sang mahasiswi ini berdiri di depan meja ujian. Sang profesor menyampaikan rekapitulasi hasil ujian, penuh ketegasan profesor ini membacanya: “Saudari kandidat. Setelah memperhatikan proses ujian, nilai dari setiap penguji serta sikap Saudari selama ujian berlangsung. Maka dengan ini, Saudari dinyatakan tidak lulus”.

Pembacaan hasil keputusan ini tak membuat sang kandidat goyah, sedih, apalagi menangis. Ia malah berucap: “Terima kasih Prof. Saya tidak terima ketidaklulusan ini. Saya mohon tunjukkan dimana kesalahan jawaban saya sehingga nilai saya rendah. Jika terbukti secara ilmiah, jawaban saya salah. Saya terima hasil keputusan ketidaklulusan saya”.
Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.

                       

http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/21/mahasiswi-ini-tantang-dosen-penguji-di-ajang-ujian-skripsi/

 

http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/28/inilah-sang-penantang-dosen-penguji-itu/

 

                  MAHASISWI INI TANTANG DOSEN PENGUJI DI AJANG UJIAN SKRIPSI

http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/21/mahasiswi-ini-tantang-dosen-penguji-di-ajang-ujian-skripsi/

Hari ini, saya hadiahkan apresiasi tertinggi kepada seorang mahasiswi. Ia tampil sangat elegan menghadapi lima dosen penguji. Ia pertahankan karya ilimiahnya dengan penuh spirit, tiada ‘ketakutan’ yang tergambar di wajahnya. Iapun tak segan-segan minta pertanyaan diulangi kepada seorang profesor. “Maaf Prof. Apa pertanyaannya boleh diulangi?”
Tiada perlulah saya ceritakan bagaimana debat ilmiah itu dimulai. Saya terkesima saat sang professor berucap tegas: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”. Kian terkesima saya mendengar langsung sanggahan mahasiswiku ini.
Saya amati, mahasiswi ini sangat ekspresif. Ia bangga ungkapkan apa yang dia inginkan. Calon sarjana ini sungguh memukau di mata saya. Pertama kalinya, saya sebagai penguji kagum dengan anak ini. Saya perhatikan, tak ada ucapan berlebihan dan subyektif akan jawaban-jawaban mahasiswi ini.
Hari ini cita-cita saya tergapai, lama sudah saya rindukan sebuah ujian skripsi berlangsung debat ilmiah. Bukan sebuah formalitas yang membuat suasana ujian jauh dari atmosfir akademik. Skripsi adalah buatan murni seorang mahasiswa akhir. Saya sangat percaya, mahasiswi ini membuat skripsi dengan penuh naluri keilmuwan, roh skeptisnya terhadap sebuah perkembangan keilmuan benar-benar tampak dari hasil karya dalam penguasaannya. Potret ini sangat berbeda ekstrim jika seorang mahasiswa akhir yang skripsinya ‘dibuatkan’ orang lain. Wajahnya penuh ketegangan, ketakutan, dan terhantui rasa non akademis dan rasa bersalah.
Hari ini, durasi ujian berlangsung alot dan menyita waktu dua jam. Bukan basa-basi, perdebatan benar-benar sarat keilmiahan. Bahkan ada penguji yang dibuatnya ‘grogi’, karena pemandangan ilmiah ini pertama terjadi di kampus ini. Apalagi setingkat ujian skripsi, yang identik dengan manut-manutnya seorang kandidat. Angguk-angguk kepala bukan sepenuhnya menunjukkan sebuah kesopanan tetapi tak lebih dari sebuah rasa takut ketidaklulusan alias UJIAN ULANG.
Saya sering terheran-heran, seorang kandidat di ujian thesis malah tak sanggup mempertahankan karya ilmiahnya, padahal yang lebih menguasai thesis buatannya itu adalah dirinya sendiri. Bukan dosen penguji.
Ketakutan apakah yang sebetulnya di diri setiap kandidat?. Sungguh saya sayangkan sebab ajang ujian skripsi, thesis, bahkan disertasi kadang menjadi momok non teknis, terjatuh bukan lantaran nuansa akademik tapi karena faktor lain yang di luar marka-marka akademik.
Di akhir ujian skripsi sang mahasiswi ini, kami berlima sebagai penguji melakukan rapat penentuan kelulusan/ketidaklulusan. Dimintalah sang mahasiswi ini berdiri di depan meja ujian. Sang profesor menyampaikan rekapitulasi hasil ujian, penuh ketegasan profesor ini membacanya: “Saudari kandidat. Setelah memperhatikan proses ujian, nilai dari setiap penguji serta sikap Saudari selama ujian berlangsung. Maka dengan ini, Saudari dinyatakan tidak lulus”.
Pembacaan hasil keputusan ini tak membuat sang kandidat goyah, sedih, apalagi menangis. Ia malah berucap: “Terima kasih Prof. Saya tidak terima ketidaklulusan ini. Saya mohon tunjukkan dimana kesalahan jawaban saya sehingga nilai saya rendah. Jika terbukti secara ilmiah, jawaban saya salah. Saya terima hasil keputusan ketidaklulusan saya”.
Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.

 

 

 

 

 

                                          INILAH SANG PENANTANG DOSEN PENGUJI ITU             

http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/28/inilah-sang-penantang-dosen-penguji-itu/

Saya, Muhammad Armand. Kompasianer Makassar haturkan terima kasih sejagat kepada para pembaca yang telah ‘mendarat’ di artikel saya: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Penguji di Ajang Ujian Skripsi. Tiada keheranan jika artikel ini dipersepsikan beraroma fiktif, kejadian maya dan bernuansa fatamorgana. Kenapa?. Sebab peristiwa serupa ini memanglah langka di zona perguruan tinggi di Indonesia ini.
Mahasiswiku ini pertahankan skripsinya dengan judul:
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Arifin Nu’mang Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi Selatan
Tahun 2012.
Skirpsi ini telah diuji di hadapan tim penguji di Jurusan Administasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar. Senin, 21 Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja perawat di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidenreng Rappang.
* * *
Rancangan penelitian ini menggunakan desain potong lintang (Cross Sectional) dengan variabel independent MOTIVASI INSTRINSIK yang meliputi: Prestasi Kerja, Pengakuan, Tanggung Jawab, Pengembangan. Selanjutnya MOTIVASI EKSTRINSIK meliputi: Supervisi, Kondisi Kerja, Hubungan Rekan Kerja, Insentif dan Kebijakan Organisasi.
Variabel independent ini dihadapkan dengan variabel dependent: KINERJA PERAWAT. Dari hasil uji statistik Chi-Square, semua variabel berhubungan dengan kinerja perawat kecuali kebijakan organisasi.
* * *
Sepintas skripsi ini sepadanlah dengan seorang peneliti pemula (Strata Satu). Yang membuat penulis terinspirasi untuk menuliskannya di media ini -21 Mei 2012 lalu- adalah kapasitas Heri Febrianti Ahmad yang menyanggah pengujinya. Sarjana baru kelahiran Kota Pare-pare Sulawesi Selatan ini, sempat kurang konsentrasi menyelesaikan skripsi saat ayahnya wafat, November 2011, silam.
* * *
Perdebatan dimulai saat seorang penguji menanyakan mengapa variabel ‘rekan kerja’ memiliki hubungan dengan kinerja perawat, di sisi lain ‘kebijakan organisasi’ tidak berhubungan dengan kinerja perawat. Cucu dari seorang profesor ini, mengajukan argumen bahwa kebijakan organisasi bersifat unit bukan individu, dan yang saya teliti adalah personal perawat.
Sang penguji kembali berkata bahwa sebetulnya secara teori, ‘Kebijakan Organisasi’ berhubungan dengan kinerja perawat. Selanjutnya, sang profesor berkata lagi: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Heri Febrianti menyanggah: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”.
Saya cetak tebal kata INGIN, dengan alasan bahwa mahasiswi yang masih Strata Satu ini terkesan berlebihan atas ‘keinginannya’ itu. So, mahasiswiku ini tak ada sama sekali teori yang diciptakan dalam skripsinya. Kepercayaan diri inilah yang terkesan ‘nyeleneh’ membuat saya kagum padanya. Ia memberi argumen atas setiap variabel yang ditelitinya.
* * *
“Kamu kok self confidence sekali dalam ujian skripsi. Hebat”. Ujar seorang penguji kepada Febri. Ia jawab: “Saya lagi mujur Prof. Karena saya berhadapan dengan para penguji yang mau mendengarkan pendapat saya”
Ucapan Febri ini menjadi tonggak historik dan warning buat saya, pulalah dosen-dosen se tanah air agar kita bijaksana dan memberi space kepada mahasiswa dalam mengungkapkan pendapatnya di ajang ujian skripsi. Semua ini demi sebuah proses edukasi di perguruan tinggi.^

 semoga bermanfaat

jgn lupa doanya untuk kesuksesan dunia-akhirat saya


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright 2010 BANYAK BACA JADI TAHU, JARANG BACA KURANG TAHU, TIDAK BACA JADI SOK TAHU. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin Blogger Templates - PlayStation Vita - Studio Rekaman - Software Rekaman